Senin, 12 Juli 2010

HIGIENT LINGKUNGAN KERJA ( HLK)

SETATUS KESEHATAN (HL BLOOM):
keturunan,
perilaku,
lingkungan,
sarana yankes.

HUBUNGANUNGAN DERAJAT KESEHATAN DENGAN PRODUKSI KERJA:
beban,
derajat kesehatan,
produksiuktivits kerja
kapasitas kerja,
derajat kesehatan,
beban tambahan

PENCEGAHAN GANGGUANN KESEHATAN:
subsitusi,
ventilasi umum,
local exhauster,
ALAT PELINDUNG DIRI (APD),
Penerangan / pendidikan, pemeriksaan kesehatan.

hlk:
usaha untuk kebersihan yang terkait dengan lingkungan

HLK (HL BLOOM):
hubungan antara derajat kesehatan daripada individu seseorang.

BEBAN KERJA:
fisik,
mental,
social

FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP KESEHATAN KERJA:
Fisik (kebisingan, pencahayaan, cuaca, tekanan Udara, radiasiiasi, getaran mekanis, bau),
Kimia (gas, uap, kabut, fume, awan, asam, basa, debu),
Biologi (bakteri, jamur, virus, parasit, cacing, kutu),
Fisiologis / ergonomi ( kesesuaian alat kerja dengan tenaga kerja),
psikologis

DIAGNOSA PENYAKIT AKIBAT KERJA:
anamnesa,
Pemeriksaan.klinis/fisik,
Pemeriksaan. lab,
Pemeriksaan. penunjang/RO,
Pemeriksaan. tempat kerja,
Hubungan.antara kerja tidak kerja.

Terapi: R.kausal, R.simptomatik,, R. pemindahan TK.

1. KEBISINGAN:
bunyi yang tidak dikehendaki, kualits bunyi ditentukan oleh frekwensi (Hz) = get / dtk. Frekwensi 20 – 20.000 Hz, NAB 85 dB.

EFEK:
gangguan kesehatan ketulian sementara / menetap, gangguan komunikasi dalam pmbicaraan, gangguan konsentrasi, gangguan psikologis, kelelahan.

PeNGENDALIAN:
alat peredam,
isolasi,
Tutup telinga


2. RADIASIIASI:
radiasi gelombang elektromagnetis
gelombang mikro contoh: radiasiar, radiasiio, TV.
Laser contoh las.potong, pelapisan. panas,
Sinar Lm contoh: cor logam, dapur KA,
Sinar .Ultra Violet contoh sinar. matahari.
RO contoh: α, p, J ), radiasi, radiasiioaktiv.

GANGGUAN KESEHATAN:
a. Mikro contoh asthenia, vagotonik, reversible, neurovaskuler, paroxysmal, simpatik.
B. Laser contoh: kelainan retina mata, gangguan kulit.
C. Sinar.Lm contoh: katarak.
D. Sinar. Ultra Violet contoh: conjis, fotoelektrika. E.RO contoh: luka bakar, impotensi, sist hemopoetik, isehemia, gangguan hemopitik, jaringaningan lain yang sensitv.

PENCEGAHAN:
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

3. GETARAN MEKANIK:

ASAL:
alat2, mesin, kendaraan.

MACAM:
getaran seluruh badan, getaran langsung, melalui lantai.

EFEK:
merusak sel -sel jaringan.pembuluh darah, rangsangan sel saraf otonom, beresonansi dengan getaran masing masing sistem tubuh, kel. Sendi, tulang belakang, gangguan kenikmatn, gangguan koordinasi, dan lain - lain.

PENCEGAHAN:
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

4. CUACA KERJA:

MELIPUTI:
suhu, kelembaban, kecepatan udara, suhu radiasiiasi.

KONDUKSI:
perpindahan panas melalui perantaraa zat padat.

KONVEKSI:
perpindahan panas melalui udara.

RADIASIIASI:
panas dipancarkan oleh tubuh.

ALAT UKUR:
suhu (thermometer),
kelembaban (hyangrometer),
kecepatan udara ( anemometer, thermometer kata),
suhu radiasiiasi( globe meter).

GANGGUAN SUHU DINGIN:
a. Chilbains : pada daerah cukup dingin, lama merah, bengkak, panas, nyeri, gatal.
B. trenchfoot: ischemic, pucat, nadi ttb, hiperemi, bengkak, merah, sakit, gangrene.
C.frosbite: suhu titikbeku gangrene.

5. TEKANAN UDARA:
Tekanan tinggi: penyelam: dekomp. N. emboli pembuluh darah.
Tekanan rendah: pesawat udara: O2

6. PENERANGAN:

AKIIBAT PENRANGAN BURUK:
kelelahan mata, dayadan efisiensi kerja menurun, kelelahan mental, pegal daerah mata, nyeri kepala, kerusakan alat penglihatan, kecelakaan kerja meningkat.

SIFAT2 PNERANGAN YANG HARUS DIPERHATIKAN:
luminensi, pencegahan kesilauan, arah penerangan, warna penerangan.

PENCEGAHAN:
perbaikan kontras,meninggikan penerangan,

7. BAU – BAU AN:

4 DSR BAU:
asam,
wangi,
pesing,
apek.

EFEK:
gangguan penyesuaian, kurang peka setelah cium bau terus menerus, kelelahan, tidak mmpu cium bau2an setelah cium bau yang kuat, gangguan psikologis, ketergantungan, emosi, gangguan ingatan dan lain – lain

FACTOR KIMIA:
PENGGOLONGAN:
a. gas (uap dan gas).
B. padat (padat, fume, asap, debu).
C. cair (larutan/pelarut, awan kabut.

BENTUK:
a. partikel ( debu awan kabut, fume)
sifat (perangsang, toksik, fibrotik, allergen.
B. bukan partikel (gas,uap)
sifat ( asfixian, perangsang, organic, an organic, mdh menguap.
Post de entrée/ Absorbsi: pernapasan, pencernaan, kulit.
Organ sasaran: system pernapasan, hati, ginjal, kulit, mata, system saraf pusat, system refroduksi, sistem cv.
Efek: akut, kronik, toksik, mutagenesis, teratogenesis, karsinogenik.
Derajat toksik tergantung dari:sift fisika, kimia, pos de entre, sifat TK.


DEBU PNEUMOKONIOSIS:
MELIPUTI:
silicosis(siO2), asbestosis, berriliosis, siderosis, stanosis, bsynosis.

DEBU:
5-10 Mikro (ditahan saluran napas atas pharingitis),
3-5 Mikro (ditahan bagian tengah broncus),
1-3Mikro (langsung ke bagian alveoli),
0,1-1Mikro (tidak pernah hinggap di alveoli).
Kurang 0,1 Mikro (tidak menumpuk, gerak brown).

MEKANISME TERTIMBUNNYA DEBU:
a. Inersia: partikel2 bergerak, lewat aliran udara saluran pernapasan, partikel besar, menumpuk selaput lendir dan hinggap.
B. sedimentasi: di bronchi dan bronchioli kecuali udaria kecil, gaya tarik bumi bekerja terhadap debu, pengendapan.
C. gerak brown: Kurang 0,1 mikron, gerak brown menumpuk permukaan alveoli dan tertimbun.

SILICOSIS:
sb.batu bang, granit, kramik, tambang timah putih, pabrik besi, baja, dan lain - lain.

GEJALA:
a. tingkat 1: sesak napas waktu kerja, batuk kering, keadaan umum baik.
Gbranumum klinis: sulit, gejala klinis min pengemb paru normal, suara napas normal, kadang2 hypersonansi. Ro: nodul terpisah Ø 2 mm bundar.
B. tingkat 2: batuk, sesak, pengemb paru menurun. Gambaran klinis: paru - paru pekak, SN bronchial, rh basis paru, kemampuan kerja turun.ro: nodul seluruh paru, menyatu
C. tingkat 3 : sesak, cacat total. Penyakit:ppom:hypertropi jantung kanan, cpc:kegagalan jantung. Ro: konsolidasi massif.

PENCEGAHAN:
subsitusi(roling), ventilasi, ALAT PELINDUNG DIRI (APD), pemeriksaan kesehatan tempat kerja.

ANTARAACOSIS DEBU ARANG:
sesak, sakit, emfisema local, batuk dahak hitam, hypersonansi, krepitasi, LED ningkat, CPC.

PENCEGAHAN:
ventilasi, wet cutting(sumber pemotongan) ALAT PELINDUNG DIRI (APD), pemeriksaan tempat kerja.

ASBESTOSIS:
sumber pengolehn asbes, pemintalan asbes dan lain - lain.
Kel:fibrous diffuse, pleura menebal, emfisema.

GEJALA:
batuk, sesak dahak, sianosis, krepitasi halus pada dasar paru. RO: ground glass app:titik halus dasar paru batas jantung-diafragma tidak jelas.

PENCEGAHAN:
pengeboran basah,ventilasi, ALAT PELINDUNG DIRI (APD).

BYSSINOSIS/KAPAS.
SUMBER:
pembuangan biji kapas, penenunan.

MEKANISME TIDAK JELAS DIDUGA:
efek mekanik,
endotoksin,
RX alergi,
bahan kimia dalam debu,
psikis.

GEJALA:
rasa berat, sesak, cacat paru, emfisema, klinis. RO tak jelas.

PENCEGAHAN:
pembersihn dengan vacuum pump, exhaust vent, setelah buka baut perciki minyak, pemeriksaan kesehatan, ALAT PELINDUNG DIRI (APD), roling.

BERRILIOSIS:
sumber: pembuatan tab radiasiio, tb flouresensi, sebagai tenaga atom dan sebagainya.
Kel:pneumonitis, nasoph, tracheo, bronchitis.

GEJALA:
demam, batuk kering, sesak, sakit dada, nadi cepat, capasitas vital paru menurun. RO: kabur, noduli terpisah.

PENCEGAHAN:
ventilasi, ALAT PELINDUNG DIRI (APD), mandi setelah kerja, cuci tangan sebelum makan, pemeriksaan kesehatan, timbang Berat Badan / bulan,
Rontgen tiap tahun

STANNOSIS (TIMAH PUTIH)
bahaya:fibrosis massif menurun, tanda cacat paru -, komplikasi jantung, RO: corahan meningkat, hylus melebar, nodulisic.

SIDEROSIS -:
bahaya:cacat paru -, fibrosis -, emfisema -, +siliconisis, predisposisi TB –

RACUN LOGAM/METALOID:

1. ANORGANIK :
Sumber:pabrik aki, percetakan, cat, vulkanisir karet, gelombangasir gelombangas, solder, kawat listrik, mainan anak, dan sebagainya. Port de entrée: pernapasan, penceraan.

GEJALA:
kronis:kolik usus, wrist dariop, stippling sdm, anemia dan sebagainya.

PENCEGAHAN:
kebersihan diri/lingkungan kerja, pemeriksaan kesehatan, pendidikn ALAT PELINDUNG DIRI (APD). NAB 0,2 mg/m3.

2. ORGANIC:
GEJALA AKUT:
insomnia, kekacauan pikiran, delirium,

SUMBER:
perusahaa pembangkit TEL, tanki penyimpanan, pencampurn TEL terppisah.

PENCEGAHAN:
pakaian khusus, kebersihn, pendidikan.

NAB:
0,1 mg/m3.

pengobatan:R/na EDTA

HG (CAIR/UAP):

SUMBER:
pabrik bijih logam Hg, pemisahan emas perak dengan amal gam, pembuatan barometer, thermometer, pembuatan lampu listrik isi Hg, racun tanaman.

GEJALA:
hipersalivasi, tremor, stomatitis, mercuri lentis, dermatitis.

PENCEGAHAN:
ventilasi pada pengeboran basah, ALAT PELINDUNG DIRI (APD), lantai licin, rata.

NAB:
0.,01 mg/m3 (cair), 0,1 mg/m3 (uap)


ARSEN:

SUMBER:
pencairan pembersihan biji, sublimasi, arsen putih, pabrik racun, serangga, fungisida, pengawet kulit, racun tikus, tanaman/buah.

NAB
0,2 mg/m3.

GEJALA
iritasi kulit selaput lender, carsinogen, hemolitik, perangsang local,/system.


NIKEL:

SUMBER:
pengolahan bijih/galvanisasi, n-carbonil.

NAB
0,001ppm (0,001 mg/L).

GEJALA:
dermatitis


KROM:

SUMBER:
pelapisan logam, kabut as kromat perforasi sepunasi, garam krom ulkuus krom, lesi kulit.

PENCEGAHAN::
ventilasi, kebersihan, ALAT PELINDUNG DIRI (APD).


FOSPOR:

SUMBER:
racun tikus, serangga, mercon, kembang api, pupuk,.

Efek:
mengganggu metabolisbe Karbohidarit, lemak, alb hati, penimbunan glikogen dihati turun, penimbunan lemak naik, nekrose, sekuestrasi tulang rahang. Akut: ikterik, deg. Lemak, nekrose, hemoragia, nyeri sal cerna. Fosfor+air=fosfrin=hyperemia paru edem.


UAP LOGAM:

SUMBER:
las, pemotongan logam, pelelehan, peleburan logam.

EFEK:
sakit kepala, demam, gigi, mual, muntah, nyeri otot. RX asetosal.


RACUN BAHAN ORGANIC:

DERIVATE TER
arang batu (benzene, nitrobenzene, trinitrotoluene, aniline)

BENZEN:
Akut:kejang, koma, meninggal. Kronis: mual, anoreksia, lemah, gugup, anemia progresif, pendarahan, kerusakan susunan saraf tulang.

PENCEGAHAN:
subsitusi.

TERAPI:
tranfusi darah

ANILINE :
tinta cetak, tinta bahan pakaian, cat, zat warna, parfum.

EFEK:
kerusakan tulang, sdm HB, met hb, sianosis, ikterus.

PENCEGAHAN:
kadar kurang dari NAB, ALAT PELINDUNG DIRI (APD)


TNT:
bahan ledak, amunisi.

EFEK
merusak semua sel tubuh (hati sistem. saraf, ginjal,

GEJALA:
ikterus

HALOGEN HIDROKARBON:
metal kroid, metal bromide,, CC14, tetra nor etan, tri klor etilen.

CC14:
pelarut lemak dan karet,a lat pembersih, pemadam kebakaran,

KELUHAN:
neprikis akut, edema paru, nekrosis, neuritis dan sebagainya.

GEJALA
organ.

PENCEGAHAN:
subsitusi.

SUMBER:
racun serangga, DDT, lindane aldariin,


ALCOHOL/DIOL:
metal alcohol,diol, etanol.

SUMBER:
pelarut cat, sirlak, vernis, bhn anti beku, sintesa bhn kimia utk denaturasi.

PORT DE ENTRÉE:
pernapasan, pencernaan, kulit

GEJALA AKUT:
lelah, sakit kepala, mual, kabur, depresi ssp, koma, meninggal.kronis:kabur, buta.

NAB
200 ppm (260 mg/m3)


ETANOL,
pelarut, antiseptic, minuman keras,

GEJALA:
depresi, ssp.

NAB:
1000 ppm (1900 mg/m3)

DIOL:
depresi ssp, kerusakan hati, ginjal, narkose.


ESTER:
aldehid keton ester.

GEJALA:
merangsang mt, hidug, telinga, paru, edema paru=meninggal.

PENCEGAHAN:
semprot NaOH+air(bila tumpah) masker.


TRIO CRESYL PHOSPAT
pemadaman kebakaran bahan plastic.

GEJALA:
demyelinasi su,dearnerasi otot, parase flaccid otot.

PENCEGAHAN:
subsitusi, ALAT PELINDUNG DIRI (APD).

ALDEHID:
hipnotik, racun siput.

GEJALA:
depresi semua sel tubuh, iritasi edema paru.

KETON ETER ESTER.
iritasi kulit, selaput lender, depresi, ssp kruskn hati dan ginjal.

INSEKTISIDA FOSFOR ORGANIC:
tetra etil pirofosfat(TEPI), parathion, systok, malation.

EFEK:
inhibisi kolin esterase=asetil kolin tertimbun di jaringaningan.

GEJALA:
kabur, mual, lemah, pusing, kejang usus, sesak napas, diare, salvias, keringat, air mata, sianosis, kejang

BAHAN KOROSIF
(asam, basa)

EFEK:
local.

ASAM:
asam, asetat, pikrat, CaCL2, as. Sulfat, as.klorida,.

BASA:
caO, cemen, k2co3, koh, na2co3, naoh.

PENCEGAHAN:
penyimpanan baik, cukup air, ALAT PELINDUNG DIRI (APD), kebersihan, ketertiban, saluran. Pembuangan, pendidikan, pengawasan.

CEMEN:
dermatitis, (basa korosif higroskopis, sensitisasi oleh kromat)

RACUN GAS:
Asam. Cyanide:fumigasi tikus, produksi. Karet sintetis, membersihkn logam, mengeraskan-memperoleh emas murni.

EFEK:
gangguan pemakaian O2 oleh sel.

ASAM. SULFIDA:SUMBER:
pengolahan minyak bumi, pertambangan, pabrik rayon, penyamakan kulit.

EFEK:
rusak ssp, perifer, hemopoetik, anoxia, ssp rusak, bau tak enak, conjis, pusing, insomnia, busuk, mabuk, edem paru.

CARBON DISULFIDE:
gelombangisah, rangsangan selaput lendir, kabur, mual, muntah, sempoyongan.

MERKAPTAN:
demam, sianosis, kejang, koma.

PENCEGAHAN
NAB 2ppm (30mg/m3), tukar kerja berkala, masker.


CO (CARBON MONOKSIDA):

SUMBER?:
pembakaran gas alam.

NAB:
100 ppm = 20 ppm

GEJALA:
sesak, tubuh pucat.

PENCEGAHAN
ventilasi.

CO2:
pusing sesak, kabur, tinnitus, tremor,

NAB
500 ppm.

OZON:
pusing,kerosi paru.

NAB:
0,2 mg/m3.


KEBISINGAN:
suara yang dpt mnrunkn pndenganarn scr kualitatifdankuantitatif bkaitn dengan frekwnsi, intensits, durasi, dan pola waktu.

CARA MASUK SUARA:
hantaran udara, hantaran tulang, hantaran ke foramen ovale.

manusia dapat mendenganar dengan frekwensi 20-20.000Hz.
Kurang 20 Hz=infra sonic.
20-20.000Hz=sonic.
Lebih 20.000Hz:supersonic.

GANGGUAN AKIBAT KEBISINGAN:
1.pada telinga:
a. tuli smentara dan tetap.
B. trauma akustik:terjadi bila ke bisingan imfulsif/bising dengan intensits tinggi kurang 1 detik misal ledakan BOM.
2.diluar telinga:
akibat gangguan fisiologis seperti stress, mual, munth, skit kepala.


PROGRAM PEMELIHARAAN PENDENGRAN:

A. SURVEY DAN ANALISA KEBISINGAN:
1. (survey tempat kerja sambil jalan dengan jarak ½ m.
2. pengukuran kebisingan: mencari data kebisingan, menrunkan tingkat kbisingan alat sound level meter.

B. PENGNDALIAN TEKNIS:
1. mengurangi bunyi pada sumbernya (dsain akustik, subsitusi alat,prubahan metode proses).
2. mengurangi rambatan bunyi pada media (dsain akustik, mengatur jarak sumber dengan penerima,penghalang bunyi).
3. mengurangi bunyi yang dterima pekerja (isolasi pkerja, rotasi kerja, jdwl kerja, ALAT PELINDUNG DIRI (APD))

C. PENGENDALIAN ADMINISTRATIVE:
pengaturan jadwal kerja, job rotation,program pmeliharaan alat yang baik

D. AUDIOMETRI:
pmeriksaan pekerja baru, pemeriksaan berkala, pemeriksaan pekerja yang akan kluar.
TUJUAN:
data awal, deteksi gangguan pndengaran, st sensitivits pendengaran pekerja, alat control efektivitas program pegendalian bsing.

E. PNDIDIKAN dan PNYULUHAN:
MATERI:
tentang definisi, efek, cara mengatasi, ALAT PELINDUNG DIRI (APD) ( kegunaan, untung ruginya),latihan

F. ALAT PELINDUNG DIRI (APD):
MACAM:
ear plug (menurukan 8-30dB.rata2 10 dB),
ear muft(20-40 dB, rata2 20 dB),
helmet

G. EVALUASI PROGRAM:
pelaksana program, hubungan manajer

PENERANGAN / PeNCAHAYAAN DI TEMPAT KERJA:

1. ALAMI ( MATAHARI )
ruang kerja perlu 15-20% dari luas lantai.

PENERANGAN RUANGAN TERGANTUNG:
jendela, orientasi, kecukupan sinar, obstrucsi, dekorasi.

ORIENTASI:
untuk prumahan diusahankan agar orientasi sinar matahari maximal ketinggian naiknya sinar,matahari berpengruh terhadap: masuknya cahaya matahari, jarak antar bangunan, tinggi bangunan, lebar jalan.

KECUKUPAN SINAR.MATAHARI:
TERGANTUNG DIPENGARUHI:
ruang dalam gedung yang tinggi, ruang lebih besar rendah dalam gedung, patulan sinar.

KECUKUPAN SINAR.MATAHARI MERUPAKAN KOMBINASI 3 KOMPONEN:
cahaya masuk langsung dari langit, cahaya pantulan oleh benda dari luar, cahaya pantulan oleh benda dalam ruang

.OBSTRUCSI:
BANYAKANYA SINAR LANGSUNG YANG DIPEROLEH DIPENGARUHI:
ketinggian jendela, ketebalan dinding, jarak tinggi, kerapatan bangunan.

DEKORASI:
penggunaan warna dinding, lukisan dalam ruang.:pemantulan warna putih:80%, ligh colour:50-80%, medium colour 20-50%, dark colour < 20%.

2. BUATAN:
untuk lingkungan kerja

3 JENIS LAMPU:
pijar,
flournsi,
merkuri.

DSTRIBUSI PNERANGAN BUATAN DIBEDAKAN 5 SISTEM:
1.penerangan langsung 50-100% cahaya di tempat kerja yang perlu penerangan.
2. penerangan difusi umum:50% cahaya di tempat kerja dan 50% mnyinari dipantulkan oleh dinding dan langit.
3. penerangan semi umum: 60-90% cahaya di tempat kerja sisanya menyinari dipantulkan oleh dinding dan langit.
4. penerangan semi tidak langsung: 60-90% cahaya penerangan diarahkan ke dinding dan langit2, sisannya k arah tempat kerja.
5. penergan tidak langsung: 90-100% dari cahaya diarahkan k langit2 dan dinding bagian atas

AKIBAT PENERANGAN BURUK:
kelelahn mata dengan menurun daya dan efisiensi kerja, kelelahan mental, keluhan pegal mata dan sakit kepala sekitar mata, kerusakan alat penglihatan, menaikan kecelakaan.

PENCEGAHAN AKIBAT PENERANGAN BURUK:
perbaikan kontras, meningkatkan penerangan, pemindahan tenaga kerja dengan visus setinggi2nya.

ALAT PENGUKUR PENERANGAN:
lux meter, foto meter ( kekuatan sumber cahaya, brightness meter ( luminensi) , refrakto meter ( pantul ) .

INTENSITAS KESILAUAN TERGANTUNG FACTOR:
luminensi sumber cahaya dan sekitarnya, ukuran sumber cahaya, lokasi sumber cahaya pada lapangan penglihatan

SUMBER KESILAUAN:
Langsung (sumbr cahaya) : sinar. matahari, lampu.
TiDak langsung ( pemantulan) permukaan yang mengkilat.

FAKTOR YANG MNENTUKAN PENERANGAN TEMPAT KERJA:
Ukuran objek, derajat kontras antara objek dan skeliling, luminensi dari lapangan. penglihatan yang tergantung dari penerangan dan pemantulan, lama melihat

PENERANGAN YANG BAIK TERGANTUNG:
pembagian luminensi dalam lapangan.penglihtan, pencegahan kesilauan, arah sinar, warna penerangan, panas pnerngan.

PEMBAGIAN LUMINENSI DENGAN KEKUATAN LUMENENSI DIPUSAT YANG BAIK DENGAN PERBANDINGAN:
pusat 10 : sekitar pusat 3 : lingkungan luas 1. jika melebihi tersebut terjadi kesilauan.

AKIBAT KESILAUAN:
ketidak mampuan penglihatan, ketidak nyamanan

PENCEGAHAN KESILAUAN:
pemilihan lampu, penempatan sumber cahaya, penggunaan pelapis yang tidak mengkilat, penyaringan sinar.mthri.

ARAH PENERANGAN:
SUMBER CAHAYAA CUKUP:
mudah mengatur penerangan, sinar dari berbagai arah : bayangan dikurangi / diminimalkan, obyek teridimensi:1 arah, bagian2 kecil objek:1 arah, objek mengkilat kecil: 1 arah, memperoleh efek pantulan: 1 arah.

WARNA PENERANGAN:
warna penerangan menentukan rupa lingkungan . Rupa / wajah lingkungan tergantung : pembagian luminensi, pencegahan kesilauan (lmpu, penataan alat, letak jendela) , warna (dari penerangan)

PANAS PENERANGAN:
terjadi akibat sinar langsung: sebabkan panas radiasi. Dinding ruangn berfungsi: pelindung, menentukan hubungan. Skitar.

PENGUKURAN DENGAN LUX METER ADA 3:
pengukuran local: ditempat kerja langsung, pengukuran penerangan umum: dlingkungan tempat kerja, cahaya pantul: pada dinding ruang kerja (tergantung warna dinding ruangan.


CUACA dan PANAS DI LINGK KERJA:

IKLIM KERJA MERUPAKAN INTERAKSI ANTARAA:
tempreatur,
kelembaban udara,
kecepatan gerak angin,
suhu
radiasiiasi.

KEHILANGAN PANAS DAPAT TERJADI KARENA:
radiasi,
konduksi (perubahan panas lewat benda),
konveksi ( perubahan panas lewat udaria),
evaporasi ( terjadi lewat pnguapan).

RADIASIIASI:
merupakan 60 % dari total kehilangan panas, kehilangan panas dalam bentuk panas sinar infra merah kesegala arah (objek setiap massa yang tidak berada pada suhu 0 akan memancarkan sinar infra merah, jika suhu tubuh > skitrnya > panas dipancrkan dari tubuh > daripada panas yang dipancarkan ke tubuh,hilangnya panas secara radiasi tergantung suhu tubuh dan lingkungan , kecepatan absorbsi sinar infra merah
≈ kulit putih dan gelombang, jqdi kcepatan absorbsi sinar cahaya > kulit gelap daripada kulit putih.

KONDUKSI:
berlangsung sementara hingga suhu objek sesuai suhu tubuh, konduksi ke objek ±3% dari total kehilangan panas.

KONVEKSI:
panas konduksi ke udara, kemudian dari dekat permukaan kulit dibawa menjauhi tubuh oleh arus konveksi ( gerak vibrasi molekul udara) konveksi k udara 12% dari total kehilangan panas.

EVAVORASI:
20% dari total kehilangan panas, penguapan sebagai mekanisme pendingin pada suhu udara tinggi, bila suhu linkungan > suhu kulit tubuh : tubuh buang panas secara penguapan,pemakaian baju bisa hambat penguapan
.
KONDISI SUHU RECTAL dan ORAL PADA SAAT KERJA:
36oC / 96oF: suhu pagi hari / cuaca dingin,
37oC/98oF: suhu normal /kegiatan normal,
38oC/100oF: kerja keras, aktivitas emosi, bayak latihan,
39oC-40oC / 102oF-104oF : kerja keras.

KONDSI SUHU TUBUH:
24-28oC / 74-82oF:suhu tubuh menurun / mnusia tidak bisa bertahan,
36-40oC / 98-106oF: tubuh norml sampai dengan terkena demam,
42-44oC / 110oF-114oF: suhu tubuh meningkat/stroke,
30-34oC / 86-94oF suhu medium tubuh

TERJADI KESEIMBANGAN ANTARAA SUHU TUBUH DENGAN KE ADAAN TUBUH PADA:
basal metabollisme, muscular activity, thyroxime effect on cells, sympotent effect on cells, keadaan infeksi.

MEKANISME PNINGKATAN PEMBUANGAN PANAS BILA TUBUH DIPANASI BERLEBIH MELALUI:
rangsangan kel.keringat: pembuangan panas secara penguapn dari tubuh, hambatan pusat simptis di hipotalamus posterior:tonus vasokontrik sor -: vaso dilatasi dan kehilangan panas dari kulit.

TEKANAN PANAS:
kombinasi antaraa cuaca kerja dibnadingkan dengan produksiuksi tubuh.

CARA UTK MENGETAHUI TEKANAN PANAS:

1. index tekanan panas / belding hatch (BH): perbandingan bayaknya keringat untuk mengimbngi panas dengan kapasits max tubuh berkeringat, dipengaruhi suhu kering, suhu basah, suhu radiasi, kecuali gerak udara dan produksi panas tubuh.

2.Index suhu basah Bola ISBB: untuk pekerja dengan sinar matahari / out door: (0,7 x suhu bsh) + (0,2 x suhu rdiasi) + (0,1 x suhu kering).
Untuk pekerja tanpa sinar matahari / indoor: (0,7 x suhu bsah) + 0,3 x suhu radiasiiasi)
Outdoor work: pekerja bangunan,petani,militer olahragawan.
Indoor work: pekerja Rumah sakit, ibu Rumah tangga, pekerja kantor

3. SUHU EFEKTIF:
index sensoris tingkat panas yang dialami seseorang tanpa baju dan kerja ringan dalam berbagai kombinasi suhu, kelembaban udara dan kecepatan. Aliran udara.

4. PREDICTED FOUR HOUR SWEET RATE ( P4SR):
bayaknya keringat keluwar selama 4 jam bekerja dengan pakaian celana pendek / pakaian kerja biasa, memperhitungkan panas metabolisme : mekanisme fisiologis terhadap heat stress.

ALAT PENGUKURAN:
suhu (termo meter),
kelembaban udara (higro meter),
suhu dan kelembaban ( psychometer, kece[atan udara besar (anemo meter),
kecepatan .Udara kecil (temometer kata),
suhu radiasiiasi (termo meter bola)

PENYAKIT AKIBAT SUHU TINGGI:

MILIARIA RUBRA:
pradiasian kulit akut, manifestasi klinis gatal2 merah, erupsi, penyebab mal fungsi kelenjar keringat.

HEAT EXHAUSTION:
manifestasi klnis pusing, penglihatan kabur, suhu tubuh hangat, penyebab:aktivitas fsik, pengeluaran keringat berlebih,

HEAT CRAMPS:
manifestasi klinis, kejang, pada anggota gerak, penyebab: kehilangan garam yang berlebih lewat keringat.

HEAT STROKE:
manifestasi klinis: tegang, delirium (mengigau) suhu tubuh 41oC / lebih, penyebab: kegagalan pusat pengatur suhu di otak
.
PENCEGAHAN:
penggunaan AC 24-26oC, ventilasi yang baik, penyediaan air minum + tablet garam, penggunaan pakaian yang menyerap keringat, klimatisasi panas.


FAAL HEAT STRESS:

KEMAMPUAN MNRIMA PANAS TERGANTUNG:
physical fitness, work capacity, age, heath status, living habbits, level acclimatization.

FACTOR YANG BPENGARUH PADA PNYESUAIAN PANAS:
aklimatisasi panas, kegemukan, usia danpenyakit degeneratif


COLD STRESS: REAKSI DINGIN BERBEDA, TerGANTUnG:
Adaptasi dan aklimatisasi, pakaian, metabolisme, cardio vaskuler

1. FROSBITE ADA 4 FASE:
1. prefreeze: suhu 3-10oC, spasticity dan bocornya cairan tubuh / plasma.
2. freeze: suhu tubuh dibawah titik beku, sensitivits endotel, syaraf dan sum2 tulang naik.
3. vascular static: perubahan pembuluh darah, spasticity dan dilatasi plasma sel bocor, static coagulan, saluran baru.
4. late ischemic: trombosis dan arteriovenous, ischemia, gangrene, otonom dysfunction, kulit merah,merah biru, rasa terbakar, mati rasa.

ORGAN SENSITIVE:
jaringani2, hidung, telinga, daerah sedikit lemak.

2. TRENCH FOOT:
terpapar lama pada kaki, pada tempreatur 0-10oC dan lembab, kerusakan neurovskuler, anoksia jaringan, tidak ada pengkristalan jaringan, terjadi lambat, merah, pucat, bengkak, mati rasa, gringgingen dan nyeri kram kaki, luka terbuka dan grangren setelah 6 minggu, pragnosa lebih baik dari pada frossbite.

3. HYPOTHERMIA:
turunnya tc (tempreatur tubuh) kurang dari 35oC, vasoconstriction, pembuluh darah, inkoordinasi gerak, lemah, reaksi lambat, tempreatur tubuh menurun, sesak napas, refleksi menurun, kesadaran hilang pada 32 sampai dengan 30oC, kulit kebiruan napas tidak terdeteksi, gejala lain:kelaparan, mual2, kedinginn, pusing, predisposisi: alkoholisme, trauma besar, overdose, klainan pada pmbuluh darah, biasa terjadi pada pekerja di air dngin.

TREATMENT:
semua korban bawa ke rumah sakit secepatnya, usahakan tetap hangat, pada kelainan kaki boleh jalan sendiri, pada pemanasan hati2.

SANITASI INDUSTRI:
upaya pengendalian berbagai faktor lingkungan fisak, kimia biologi, sosial psiologi di lingkungan industri yang dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan jasmani, rohani, dan sosial serta masyarakat skitar

SYARAT KESELAMATAN KERJA:
mencegah timbulnya penyakit akibat kerja, memelihara kebersihan, memperoleh keserasian antaraa tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjaa: ergonomic, mengamankan segala jenis bangunan.

FASILITAS SANITASI:
sarana fisik bangunan dan perlengkapan yang berguna untuk memelihara kualitas lingkungan sehat / mengendalikan fektor2 lingkungan yang dapat merugikan kesehatan mnusia.

FACTOR LINGKUNGAN KERJA YANG MEMBAHAYAKAN:
factor fisik, kimia, biologi, ergonomic, psikis

.MANFAAT SANITASI INDUSTRI:
Kcelakaan dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, meningkatkan produksiuktivits kerja, meningkatkan efisiensi ( material, tenaga, waktu).

ASPEK SANITASI:
kebersihan gedung secara keseluruhn, dinding dan lantai, kamar mandi dan fasilits toilet, ruangan dan gudang, pelayanan makanan dan minuman, penyediaan air, sistem ventilasi, pngelombangolaan sampah dan limbah, pengendalian hama, radiasiiasi, kebisingan dan pencahayaan.

VENTILASI:
liddament(1996)pross udara bersih dari luar dialirkn ke dalam dan udara kotor dikeluarkn dari ruangan.

DASAR PENGGUNAAN VENTIASI:
cegah kebakaran ledakan, control dari kontaminan, control suhu dan kelembaban.

JENIS VENTILASI:
1. general ventilasi/ventilasi dilusi:alami (jendela,pintu), mekanis ( kipas, AC).
2. local exhaust ventilation.

MATERI PENCEMARAN UDARA:
debu, fume(kabut), mist(embun), asap, uap, gas.

KEUNTUNGAN DILUSI VENTILASI ALAMI:
alat, jendela pintu, murah, perawatan minim, tidak butuh alat mekanis.

KERUGIAN VENTILASI ALAMI:
kontrol udara kurang , harus menyesuaikan ruang, sistem penyaring kurang praktis.

KEUNTUNGAN VENTILASI MEKANIS:
udara debersihkan dulu, kontrol udaria baik, hindarii cemaran lain.

KRUGIAN VNTILASI MEKANIK:
bila macet dekat sumber polusi, uap air kunci dinding, sulit untuk langsung ke sumber.

SYARAT DILUSI VENTILASI:
fan sedikit mungkin dengan sumber,
udara segar jangkau seluruh ruangan,
sumber diantaraa pekehja dan exhaust fan,
udara segar tidak dekat dengan exhaust fan.

KEUNTUNGAN LOCAL EXHAUST VENTILATION:
menanggulangi pencemar ditingkat sumber,
penanggulangan dapat sesempurna mungkin,
volume udara dikeluarkn minimal sehingga kebutuhan udara segar kecil,
menangkap / menyedot debu dan partikel kecil sehingga menjaga kebersihan lingkungan,
memperlambat efek korosif dari logam.

PeNGELOMBANGOLAAN LINGKungan KERJA:

3 PRINSIP:
pengenaln terhadap bahaya faktor lingkungan kerja,
evaluasi terhadap bahaya factor lingkungan kerja,
pengendalian terhadap bahaya factor lingkungan kerja.

PENGENALAN LINGKUNGAN KERJA:
pengetahuan dan pengertian terhadap jenis bahaya dan pengaruh yang dapat timbul bagi tenaga kerja,
harus mengetahui proses produksi,
ALAT PELINDUNG DIRI (APD) yang tersedia dan informasi lain seperti pengaruh bahan kimia terhadap kesehatan,
memperkirakan.menduga tentang sumber bahaya yang potensial dapat mengancam kesehatan tenaga kerja.
Evalusi lingkungan kerja: menyatakan kondisi lingkungan :teknik pengendalian dan penanggulngan, koreksi kasus kecelakaan dan penyakit dengan kondsi lingkungan, sebagai dokumen untuk inspeksi sesuai Undang - Undang,
mengetahui secara kualitatif dan kuantitatif terhadap bahaya,
evaluasi / penilaian dengan pengambilan sample dan analisa laborat, hasil evaluasi bAndingkn dengan NAB.

NAB/THRESHOLD LIMIT VALUE (TLV):
derajat konsentrasi berbagai bahan bahaya di lingkungan yang memberikan gambaran / padoman tentang konndisi lingkungan kerja.

NAB BERDASARKAN:
pengalaman di lapangan,
experiment pada mnusia dan hewan.

NAB ADA 3 MACAM:
1. TLV-TWA: konsentrasi rata2 untuk 8 jam kerja normal sehari dan 40 jam seminggu terpapar berulang2 tanpa timbul gangguan.
2. TLV-STEL: konsentrasi rata2 untuk 15 menit pemaparan tanpa timbul gangguan seperti iritasi, keruskan jaringan.
3. TLV-C: konsentrasi yang tidak boleh dilampaui selama waktu kerja.

MANFAAT EVALUSI LINGKUNGAN KERJA:
pengecekan efektivits alat dalam mengurangi faktor bahaya lingkungan,
inspeksi kondsi lingkungan apakah sesuai dengan Undang -Undang k3,
epidemiologi dan penetilian medis.

EVALUSI LINGKUNGAN KERJA YANG PERLU / AGAR HASIL REFRESENTATIF / HAL2:
Alat dan metode,
lokasi pengukuran / pengambilan sample (setinggi pernapasan untuk zat kimia, ditempat kerja, sumber emisi, tempat tenaga kerja sering hilir mudik),
waktu,
jumlah pengukuran dan
pengambilan sample


PENGENDALIAN LINGKUNGAN KERJA:

METODE2:
subsitusi,
ventilasi,
perbaikan proses produksiuksi (perbaikan terhadap proses,mengganti proses),
pengeluaran setempat,
isolasi,
proteksi seseorang.

CARA PENGENDALIAN BAHAYA LINGKUNGAN KERJA:
pengendalian terhadap sumber bahaya,
pengendalian lingkungan kerja,
pengendalian terhadap pekerja,


ERGONOMI dan PRODUKSIUKTIVITS KERJA:

DEFINISI:
ilmu dan penerapan untuk menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang dan sbaliknya.
Merupakan penerapan ilmu biologi manusia dengan teknik dan teknologi untuk mencapai penyesuaian manusia terhadap pekerjaaanya dan manfaatnya diukur dengan efisiensi dan kesejahtraan kerja.

TUJUAN:
meningkatkan produksitivits dan efisiensi kerja melalui pemanfaatn SDM yang optimal.

ERGONOMIC PERPADUAN BERBAGAI ILMU:
antaraopologi,
phsiologi,
kesehatan,
teknik teknologi,
perencanaan kerja,
dan lain - lain.

RUANG LINGKUP ERGONOMIC:
pengaturan kerja fisik : berat, perencanaan dan penyarasian mesin terhadap tenaga kerja,konsumsi kaluri ≈ jenis pekerjaan, pencegahan kelelahan, pengorganisasian kerja tepat, lingkungan kerja : kemudahan kerja.

PRODUKTIVITAS:
sikap mental dengan pandangan bahwa mutu khidupan hari ini lebih baik dari hari kemarin.

EFISIENSI:
penghematan dan meniadakan pemborosan,
pemanfaatan sebaik2nya tenaga,
pemikiran waktu dan biaya dalam mencapai tujuan.

FACTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS:
disiplin,
motiasi,
sikap,
etos penghasilan,
pendidikan,
keterampilan,
gizi,
kesehatan,
jasmani sosial,
lingkungan dan iklim kerja,
hubungan. Industri,
teknologi,
sarana produksiuksi,
manajemen, kesempatan berprestasi, dan lain - lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar